Berponsel saat berkendara pengaruhi kerja otak

ipal.com

JIKA Anda masih tidak peduli dengan larangan berponsel saat berkendara, sepertinya kini saatnya Anda mulai mentaatinya. Baru-baru ini diketahui bahwa berponsel saat berkendara secara drastis menurunkan aktifitas otak yang dibutuhkan untuk tetap terkonsentrasi pada jalan raya dan benda yang melintas. Begitu kata David Strayer, psikolog dari Universitas Utah, USA.

Ia mengungkapkan studi ini di pertemuan American Psychological Association di New Orleans. Menurutnya, penggunaan handsfree sama bahayanya dengan menggenggam ponsel. Hal ini berdasarkan studi lab yang mengikutsertakan 500 orang dewasa, dengan alat bantu simulator.

Penemuan David Strayer di antaranya:
1. Percakapan dengan penumpang akan mengurangi perhatian pengendara, namun tidak separah ketika berponsel. Menurut Strayer, si penumpang masih bisa membantu si pengendara saat terlihat sesuatu yang membahayakan.
2. Studi menunjukkan berbicara di ponsel mengurangi aktifitas otak si pengendara hingga 50%. Padahal di area lalulintas rawan membutuhkan konsentrasi lebih.
3. Studi gerakan mata menunjukkan bahwa ketika bola mata pengendara melihat jalan, di saat bersamaan mereka merasa seperti melihat sesuatu. Misalnya ketika melihat sebuah pohon seperti melihat anak yang sedang melintas.

Otak memiliki kapasitas yang terbatas, dengan begitu pembicaraan ponsel ketika berkendara tetap mengganggu, lanjutnya. Pria dewasa berumur 20 tahunan yang mengikuti studi itu diketahui berkendara dan bereaksi lebih lambat seperti halnya orang yang berumur 70 tahunan dan yang umurnya lebih 20 tahunan jadi lebih lambat lagi.

Paul Atchley, psikolog dari University of Kansas dalam studinya juga menyebutkan, percakapan yang menimbulkan emosi semisal topik yang tidak menyenangkan lebih mempengaruhi daya konsentrasi yang diperlukan si pengendara.

Meski demikian, kasus kecelakaan ternyata tidak banyak menimpa pengendara yang sedang berponsel, kata Joe Farren dari asosiasi perusahaan industri nirkabel CTIA.

Posted In