Kualitas operator makin dipertanyakan

ipal.com

Berbulan-bulan sejak regulasi QoS (Quality of Service) mulai berlaku (1 April 2008) hingga saat ini sudah setahun berlalu, implementasinya tidak seperti yang dibayangkan masyarakat karena layanan operator masih belum memuaskan dan cenderung carut-marut. Terlebih lagi, trik operator membungkam sosialisasi QoS dengan promosi tarif serta persaingan iklan membuat regulasi ini terlupakan.

Operator seluler masih saja mengumbar janji manis ketimbang memperlihatkan performa. Seharusnya operator membuktikan kinerja layanannya kepada konsumen terlebih dahulu sebelum menjual kecap. Saat ini, janji-janji operator yang bertebaran tak selalu bisa diharapkan terealisasi.

Bukan suatu hal yang aneh jika sosialisasi dan aturan yang seolah hanya bersifat mengingatkan tanpa sanksi dari regulator tak membuat operator jera. Padahal, di sela-sela gimmick bombastis, --janji yang diumbar operator lewat iklan yang mengandung banyak unsur pembodohan publik--mereka terus meraup penambahan pelanggan yang tak sadar terus dikibuli.

Sementara dari sisi berbeda, penambahan jumlah pelanggan berkat promosi gila-gilaan justru tak disertai dengan infrastruktur memadai. Akibatnya, kapasitas layanan yang disediakan tak mampu menampung kebutuhan pelanggannya. Ujung-ujungnya kualitas pun merosot.

Di daerah kami (Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah), sebelum pelanggan bertambah, sinyal Telkomsel selalu full dan tidak ada gangguan. Tapi kini, sinyalnya ngadat dan timbul tenggelam. Orang beramai-ramai pindah ke XL, setelah BTSnya berdiri, namun tidak lama karena kecewa dengan tarif yang membodohi. Kemudian coba beralih ke Indosat, namun apa lacur? Memang sinyal full, tapi menelpon dan ditelpon susah dan jarang bisa nyambung, GPRS yang macet-macet dan sering drop hampir tiap hari.
Ya, gema regulasi QoS seolah hanya sekedar lewat saja tanpa ada bekasnya. Sementara promosi dengan gimmick yang berlebihan dari operator masih terus terjadi sampai sekarang. Belakangan, setelah komplain terhadap mutu layanan SMS dan voice sedikit mereda, giliran layanan data yang banyak dikeluhkan.

Posted In